Indonesian
Sunday 19th of November 2017
code: 81489
Epik 9 Dey, Contoh Kekuatan Republik Islam

pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menilai epik 9 Dey 1388 Hs yang merupakan epik unik dan kekuatan intelektual masyarakat Iran sebagai contoh dari kekuatan Republik Islam.

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengungkapkan hal itu di awal pelajaran Bahtsul Kharij Fiqih dan menjelang peringatan peristiwa 9 Dey ketika menyinggung permusuhan dan kebencian kubu arogan dunia terhadap kedaulatan Islam dan upaya mereka untuk menghapus komponen-komponen kekuatan pemerintahan Islam.

"Hari ini, ukuran konfrontasi kekuatan-kekuatan arogan terhadap Republik Islam Iran adalah untuk menghapus kekuatan fisik dan spiritual serta tekad dan keinginan rakyat negara ini. Sebaliknya, kekuatan-keuatan ini harus tetap dipertahankan dan diperkuat setiap harinya," kata Rahbar, Selasa (27/12/2016).

Ayatullah Khamenei kemudian menyinggung sebuah riwayat dari Rasulullah Saw dan menyebut kebaikan, kebahagiaan,  kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat bisa dicapai di bawah naungan kekuatan.

"Kekuatan-kekuatan arogan seperti Amerika Serikat menilai kebahagiaan masyarakat dan apa yang mereka sebut sebagai 'nilai-nilai Amerika' bisa dikejar dengan menumpuk kekayaan dan mendominasi dunia, namun Islam menilai kebahagiaan umat manusia adalah ketika mencapai kesempunaan manusia dan mengalirnya pemikiran dan tindakan al-Quran di semua elemen masyarakat," jelasnya.

Rahbar menilai adanya militer yang muncul dari Islam dan memiliki kekuatan dan pengaruh di berbagai isu regional sebagai faktor yang membangkitkan permusuhan dan kebencian dari kekuatan-kekuatan dunia.

Ayatullah Khamenei menuturkan, kekuatan-kekuatan hegemoni menentang segala bentuk pemikiran dan gerakan anti-penindasan dan diskriminasi di dunia.

Menurutnya, akar berbagai konspirasi dan permusuhan terhadap  Republik Islam Iran disebabkan adanya penentangan terhadap sistem hegemonik di negara ini, di mana Iran memiliki SDA yang melimpah, SDM yang mumpuni, retorika dan logika, mimbar politik, peralatan dan pasukan yang kompeten.

"Untuk menghadapi permusuhan ini, Republik Islam Iran harus meningkatkan kekuatannya. Penyebab penekanan berulang untuk meningkatkan kekuatan internal dan memperkuat produksi dalam negeri adalah karena masalah tersebut," ungkapnya.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran juga menyinggung pentingnya untuk mempersenjatai diri dengan berbagai kekuatan termasuk "kekuatan intelektual, ekonomi, sosial dan mobilisasi masyarakat. "

"Partisipasi jutaan orang dalam pawai 22 Bahman setelah berlaluinya sekitar 40 tahun dari Revolusi Islam menunjukkan kekuatan pemerintahan Islam dalam mobilisasi rakyat, di mana masalah ini di dunia adalah unik dan luar biasa," tuturnya.

Ayatullah Khamenei menilai peristiwa 9 Dey sebagai contoh lain dari unsur-unsur kekuatan  Republik Islam. "Dalam peristiwa unik ini, tak seorang pun mengkoodinasi dan kekuatan intelektual yang merupakan pembentuk utama pemerintah Islam telah mendorong masyarakat untuk turun ke jalan-jalan, dan muncul lah peristiwa luar biasa ini," terangnya.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran juga menilai kebahagiaan dan kesengsaraan sebagai hal yang bergantung pada bagaimana cara untuk menggunakan kekuatan.

Mengenai senjata nuklir, Ayatullah Khamenei menuturkan, larangan senjata nuklir memiliki asas penting fikih dan rasional, namun kemungkinan upaya untuk mencapai berbagai kekuatan lain  berada di tangan pemerintah dan rakyat.

Partisipasi rakyat Iran dalam pawai akbar 9 Dey tahun 1388 Hs atau bertepatan dengan 30 Desember 2009 adalah salah satu hari penting dan bersejarah yang memiliki nilai politik sangat tinggi.

Rakyat Iran turun ke jalan-jalan mereaksi rangkaian gerakan fitnah pasca pilpres periode ke-10 Republik Islam Iran. Gerakan kolosal itu mampu mengakhiri fitnah yang memiliki dimensi luas, karena di sela-sela fitnah yang dikenal juga dengan "Fitnah 88" itu, terekam jejak AS dan Inggris, baik secara nyata maupun terselubung, yang beraktivitas melalui berbagai kedutaan besar negara-negara Barat. 

user comment
 

latest article

  Presiden Jokowi Hadiri Gala Dinner KTT APEC
  Yang Naik kepada Allah itu Iman atau Amal Sholeh?
  Haram Imam Ridha as Sambut dan Layani 20 Ribu Peziarah Pakistan
  Helikopter Saudi Jatuh Dekat Perbatasan Yaman, Sejumlah Pejabat Tewas
  Lagi, Kiai Said dan Habib Luthfi Masuk 50 Teratas Muslim Berpengaruh Sedunia
  Pasdaran Menumpas Teroris Dukungan AS
  Diterima Presiden, Pengurus Persekutuan Gereja Pentakosta Dukung Program Pemerintah
  Ratusan Muslim Syiah Nigeria Gelar Aksi Tuntut Pembebasan Syaikh Zakzaky
  Ribuan Muslim Syiah Amerika Serikat Peringati Hari Asyura di Michigan
  Zuhd dan Faqr Dalam Pemikiran Hamzah Fansuri dan Ayatullah Khomeini